Skip to main content

Lurr, Mari Belajar Bahasa Jawa Lewat Lagu - Terjemahan Sayang by Via Vallen

Piye kabare Lurr,

Sudah lama sekali saya tidak update blog Belajar Bahasa Jawa ini ya :)

Maklum Lurr, kesibukan di dunia nyata membuat saya melalaikan blog yang semoga memberikan banyak manfaat bagi sampeyan semua.

dan baru sempat menengok dan menulis di blog ini lagi....

Berhubung akhir-akhir ini sedang hits lagu Sayang yang dinyanyikan Via Vallen, rasanya menarik jika sampeyan belajar Bahasa Jawa lewat lirik lagu ini.

Jadi...saya akan menuliskan lirik aslinya baru kemudian terjemahannya dalam Bahasa Indonesia dalam tanda kurung.

Mari kita mulai....

Oh ya jika sampeyan belum tahu lagunya silakan kunjungi videonya di sini.

Terjemahan Lagu Sayang by Via Vallen


Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Wis tak coba ngelaleke jenengmu saka atiku (T'lah kucoba melupakan namamu dari hatiku)
Sak tenane ra ngapusi isih tresna sliramu (Sebenarnya tak bisa bohong masih cinta dirimu)
Pepuja neng ati nanging koe ra reti (Pujaan di hati tapi kau tak tahu)
Kowe sik tak wanti-wanti (Kau yang kuharap-harap)
Malah jebul saiki kowe mblenjani janji (Ternyata sekarang kau mengingkari janji)
Jare sehidup semati nanging apa bukti (Katanya sehidup semati tapi apa buktinya)
Kowe medot tresno demi wedokan liya (Kau putus cinta demi wanita lain)
Ya wes ora papa, insyaallah aku iso lila (Ya sudah tak apa-apa, InsyaAllah aku bisa rela)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah kangmas, aku kasihanilah aku )
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Hari demi hari uwis tak lewati (Hari demi hari telah kulewati)
Yen pancen dalane kudu kuwat ati (Kalau memang (sudah) jalannya harus kuat hati)
Ibaratke sega uwis dadi bubur (Ibarat nasi sudah menjadi bubur)
Nanging tresna iki ora bakal luntur (Tapi cinta ini tak akan luntur)
Sak tenane aku iki pancen tresna awakmu (Sebenarnya aku ini memang cinta dirimu)
Ora ana liyane sing isa dadi penggantimu (Tak ada yang lainyang bisa jadi penggantimu)
Wis tanggung awakmu sik cocok neng atiku (Sudah tanggung dirimu yang cocok di hatiku)
Nganti atiku njerit atimu ra bakal krungu (Hingga hatiku menjerit hatiku tak akan mendengar)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Sayang apa krungu jerite atiku (Sayang apa dengar jeritan hatiku)
Mengharap kowe bali neng jero ati iki (Mengharap kau kembali di dalam hati ini)
Nganti rambutku putih, nangis eluh dadi getih (Sampai rambutku putih, menangis darah)
Mbok yo gek ndang bali ngelakoni tresna suci (Cepat kembalilah menjalani cinta suci)

Aku marang sliramu jok ragu meng atiku (Aku padamu, jangan ragu dengan hatiku)
Aku ra isa ngapusi sak tenane neng ati (Aku tak bisa (ber)bohong sebenarnya dihati)
Mung kanggo sliramu cintamu tetap abadi (Hanya untuk dirimu cintamu tetap abadi)
Selamanya sampai akhir hayat ini (Selamanya sampai akhir hayat ini)

Meh sambat kalih sinten (Mau mengeluh sama siapa)
Yen sampun mekaten, merana uripku (Kalau sudah begini, merana hidupku)
Aku welasna kangmas, aku mesakna aku (Aku, kasihanilah (aku) kangmas, aku kasihanilah aku kangmas)
Aku nangis nganti metu eluh getih putih (Aku menangis sampai keluar air mata darah putih)

Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau (men)dengar jeritan hatiku)
Mengharap engkau kembali (Mengharap engkau kembali)
Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku)
Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku)

Percaya apa bebojomu (Percaya apa kekasihmu)
Cintaku tetap abadi (Cintaku tetap abadi)

Gimana Lurr....

Mungkin terjemahan saya belum sempurna, tapi paling tidak bisa membantu sampeyan untuk menghayati liriknya sekaligus belajar Bahasa Jawa.

Dan...jika ada dari sampeyan yang bisa terjemahan yang lebih baik dari milik saya, mohon koreksinya....

Maturnuwun :)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Kalawarti dan Ariwarti?

Jumpa lagi Dulur, para pecinta Bahasa Jawa :) Terima kasih atas atensi Dulur-Dulur semua yang merasa memiliki bahasa ini. Kali ini saya akan membahas tentang Kalawarti dan Ariwarti. Kalawarti yaitu surat kabar berbahasa Jawa yang diterbitkan tidak setiap hari. Sedangkan Ariwarti adalah surat kabar berbahasa Jawa yang terbit setiap hari. Kalawarti dan Ariwarti menjadi alat untuk menghidupkan dan melestarikan kesusastraan Jawa karena banyaknya karya sastra Jawa yang dikutip di dalamnya. Oleh karena itu, pada angkatan tahun 50-an, juga disebut sebagai sastra majalah. Menurut waktu terbitnya, kalawarti/ariwarti bisa dinamakan antara lain : dwikala (terbit dua kali sebulan), saptawarti (surat kabar mingguan), dasawarti (terbit setiap sepuluh hari), candrawarti (surat kabar bulanan) dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh Kalawarti dan Ariwarti yang pernah terbit : Kejawen (1926) Bromartani (1885) Jurumartani (1886) Dharmo Kondho (1899) Retno Dunilah (...

Contoh Percakapan Dalam Bahasa Jawa

Wah, sudah lama ni saya tidak update posting di blog ini karena kesibukan di luar online. Sebelumnya saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri / Sugeng Riyadi 1433 H untuk sedulur-sedulur muslim semua di seluruh dunia walaupun sudah terlambat beberapa hari heheheehhe :). Ok lanjut... Kali ini saya ingin menulis beberapa contoh percakapan dalam bahasa Jawa . A : Piye Kabare? (Apa kabar?) B : Apik. Hla kowe piye? (Baik. Lha kamu bagaimana?) A : Aku ya apik. Wah, wis suwe ora ketemu ki. Kangen rasane karo kanca. ( Aku juga baik. Wah, sudah lama tidak ketemu nih. Kangen rasanya sama teman). B : Saiki kowe wis nyambut gawe apa durung? (Sekarang kamu sudah kerja apa belum?) A : Aku durung nyambut gawe isih nganggur. Hla kowe piye? (Aku belum kerja masih nganggur. Lha kamu bagaimana?) B : Alhamdulillah, aku wis oleh gawean. Ya wis ayo mangan bareng ning warung mi ayam kae. Tak traktir tenang wae.(Alhamdulillah, aku sudah dapat kerja. Ya udah makan bareng di warung mi a...

Teknik Pengucapan T, TH, D, DH

Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh". Nah, untuk keempat huruf ini sering terjadi kesalahan bahkan sebagian orang Jawa asli sendiri pun ada yang salah dalam mengucapkan. Salah ucap berarti beda arti. Langsung aja mari dimulai: 1. Bunyi "t". Bunyi ini juga disebut "t tipis". Tekniknya adalah pada saat Anda mengucapkan "t" ujung lidah menyentuh gigi seri bagian atas . Anda coba sekarang ucapkan kata ini: " te ". Berikutnya adalah contoh kata yang menggunakan "t tipis": - tuman-ketagihan - tuku-beli - turu-tidur - t e lu-tiga 2. Bunyi "th". Bunyi ini juga disebut "t tebal". Nah, tekniknya adalah ketika Anda  mengucapkan "th" tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit-langit mulut bagian depan. Coba ucapkan kata ini : " the ". Ini dia contoh kata yang menggunakan "th": - c e th a -jelas - kuth a -kota 3. Bunyi "d...