Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bahasa Jawa

Lurr, Mari Belajar Bahasa Jawa Lewat Lagu - Terjemahan Sayang by Via Vallen

Piye kabare Lurr, Sudah lama sekali saya tidak update blog Belajar Bahasa Jawa ini ya :) Maklum Lurr, kesibukan di dunia nyata membuat saya melalaikan blog yang semoga memberikan banyak manfaat bagi sampeyan semua. dan baru sempat menengok dan menulis di blog ini lagi.... Berhubung akhir-akhir ini sedang hits lagu Sayang yang dinyanyikan Via Vallen, rasanya menarik jika sampeyan belajar Bahasa Jawa lewat lirik lagu ini. Jadi...saya akan menuliskan lirik aslinya baru kemudian terjemahannya dalam Bahasa Indonesia dalam tanda kurung. Mari kita mulai.... Oh ya jika sampeyan belum tahu lagunya silakan kunjungi videonya di sini . Terjemahan Lagu Sayang by Via Vallen Sayang apa kowe krungu jerite atiku (Sayang apa kau  (men) dengar  jeritan hatiku) Mengharap engkau kembali  (Mengharap engkau kembali) Sayang nganti memutih rambutku (Sayang...sampai memutih rambutku) Ra bakal luntur tresnaku (Tak akan luntur cintaku) Wis tak coba nge...

Nama-Nama Hari Dalam Bahasa Jawa

Jumpa lagi dulur setelah sekian lama vakum dalam mengisi tulisan di blog ini. Kali ini, saya ada kesempatan untuk menulis dan bahasannya adalah nama-nama hari dalam Bahasa Jawa. Dalam kalendar Jawa, ada dua macam hari yaitu Saptawara dan Pancawara. saptawara terdiri dari tujuh hari seperti pada bulan-bulan Masehi. Sedangkan Pancawara terdiri dari lima hari, yang juga sering disebut Dina Pasaran (Hari Pasaran). Apa saja nama-nama hari tersebut? 1) Saptawara Senen (Hari Senin) Selasa (Selasa) Rebo (Rabu) Kemis (Kamis) Jemuwah (Jum'at) Setu (Sabtu) Ahad (Minggu) 2) Pancawara Paing Pon Wage Kliwon Legi Hari-hari / Dina Pasaran (Pancawara) ini sering digunakan untuk nama-nama pasar seperti Pasar Pon, Pasar Kliwon, dan Pasar Legi. Bagaimana, apakah ditempat-tempat Sedulur masih banyak yang menggunakan hari-hari berdasarkan kalendar Jawa di atas?

Nama-Nama Hewan Dalam Bahasa Jawa

Sugeng Warsa Enggal 2013 kanggo sedulur-sedulur kabeh sadonya (Selamat Tahun Baru 2013 untuk saudara-saudara sedunia). Waduh wis suwe ki aku ora update tulisan ana ing blog iki (waduh sudah lama ni saya tidak update di blog ini). Kali ini saya ingin membagikan nama-nama hewan dalam bahasa Jawa: - Angsa = Menth o g - Bebek = b e b e k - Kuda = Jaran - Sapi = Sapi - Kerbau = Kebo - Ayam = Pit i k - Burung = Man u k - Ular = Ul a (baca cara pengucapan huruf vokalnya ya) - Ulat = Ul e r - Kambing = Wedh u s - Anjing = Asu - Kera/Monyet = Muny u k, K e th e k - Tikus = Tik u s - Babi = Babi, C e l e ng - Kucing = Kuc i ng - Cicak = Cecak Untuk sementara itu saja ya dulur, aku cari dulu yang lainnya....

Mari Mengenal Macam Kata Tanya Dalam Bahasa Jawa

Anda pasti sudah mengenal bagaimana teknik pengucapan bunyi vokal dan konsonan bahasa Jawa pada posting saya sebelumnya. Jika belum sebaiknya, anda pelajari dulu deh sebelum di bab ini biar Anda mudah dalam membacanya menggunakan tanda yang saya gunakan. Nah, kini saya akan membahas tentang macam-macam kata tanya dalam bahasa Jawa. 1. A p a....? Kata tanya ini juga digunakan untuk menanyakan sesuatu benda. Contoh: - a p a kuwi s i ng mb o k g a w a ? (apa itu yang kamu bawa?) - a p a iki? (apa ini?) dan lain-lain.... 2. S a p a ....? Kata Tanya ini biasa digunakan untuk menanyakan orang. Contoh: - S a p a j e n e ngmu? (siapa nama kamu?) - S a p a bapakmu? (siapa bapak kamu? dan lain-lain.... 3. Piye Kata tanya ini untuk menanyakan keadaan seseorang. Contoh: - Piye kabarmu? (bagaimana kabarmu?) - Piye carane? (bagaimana caranya?) dan lain-lain.... 4. Pir a Nah, kalau yang ini untuk menanyakan jumlah benda atau harga. Contoh: - Pir a s e dul u rmu? (berapa...

Teknik Pengucapan T, TH, D, DH

Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi konsonan "t,th,d, dan dh". Nah, untuk keempat huruf ini sering terjadi kesalahan bahkan sebagian orang Jawa asli sendiri pun ada yang salah dalam mengucapkan. Salah ucap berarti beda arti. Langsung aja mari dimulai: 1. Bunyi "t". Bunyi ini juga disebut "t tipis". Tekniknya adalah pada saat Anda mengucapkan "t" ujung lidah menyentuh gigi seri bagian atas . Anda coba sekarang ucapkan kata ini: " te ". Berikutnya adalah contoh kata yang menggunakan "t tipis": - tuman-ketagihan - tuku-beli - turu-tidur - t e lu-tiga 2. Bunyi "th". Bunyi ini juga disebut "t tebal". Nah, tekniknya adalah ketika Anda  mengucapkan "th" tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit-langit mulut bagian depan. Coba ucapkan kata ini : " the ". Ini dia contoh kata yang menggunakan "th": - c e th a -jelas - kuth a -kota 3. Bunyi "d...

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.3)

3. Sekarang kita sampai pada teknik pengucapan bunyi vokal "u" dalam bahasa Jawa. Ada dua macam bunyi untuk "u" : a. Bunyi "u". Saya tulis standar huruf "u" maka Anda mengucapkannya seperti huruf "u" pada kata "KUTU", "BUKU". Sekarang ucapkan kosakata Jawa berikut ini: - Tuku- Beli - Turu- Tidur - Krungu- Mendengar - Ur i p- Hidup b. Bunyi " u ". Huruf saya tulis tebal berarti Anda membacanya seperti huruf "o" biasa pada kata "KOLAM", "KOTAK". Nah sekarang giliran Anda mengucapkan kosakata berikut ini: Note: Biasanya bunyi "u" ini diucapkan jika "u" pada suatu kata diikuti akhiran konsonan mati. - Mund u r- Mundur - Ngangg u r- Mengganggur - Ta u n- Tahun - M u ng- Hanya - Dur u ng- Belum 4. Pengucapan bunyi "e". Ada tiga (3) macam bentuk teknik pengucapan bunyi untuk "e". a. Bunyi "e". Saya tulis ...

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.2)

Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal huruf "a". Sekarang kita akan menuju pada pengucapan vokal "i" . Teknik pengucapan vokal "i" ada 2 macam: 1. Vokal "i" dibaca "i" seperti pada kata " ikan, ilalang, miyab i" Biasanya teknik pertama ini, hurufvokal "i" tidak diikuti huruf konsonan mati. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa yang menggunakan vokal "i" dibaca "i": Note: Huruf "i" saya tulis standar sebagai tanda bacanya. - kali dibaca "kali" berarti sungai - lali dibaca "lali" berarti lupa - mburi dibaca "mburi" berarti belakang - iwak dibaca "iwak" berarti ikan - bali dibaca "bali" berarti kembali - wedi dibaca "wedi" berarti takut - wedhi dibaca "wedhi" berarti pasir 2. Vokal "i" dibaca "e" seperti pada kata ...

Teknik Pengucapan Bunyi Vokal Bahasa Jawa (bag.1)

 Update: Belajar bahasa Jawa sama dengan belajar bahasa lain. Ada 3 (tiga) teknik untuk dapat menguasai bahasa ini yaitu: 1. Belajar pengucapan bunyi 2. Menghafal kosa kata 3. Belajar tata bahasanya Nah, untuk langkah awalnya, kita belajar dulu teknik pengucapan bunyinya sekaligus menghafal kosa katanya yah. Dalam percakapan bahasa Jawa pengucapan bunyi sangatlah penting, salah sedikit saja bisa berbeda arti. Misalnya, kata "lara" yang berarti sakit dan kata "loro" yang berarti angka dua. Nah kali ini kita akan membahas tentang teknik pengucapan bunyi vokal dalam bahasa Jawa. a.) Huruf Vokal "a" 1. Ada dua macam pengucapan jenis huruf vokal "a" yaitu diucapkan sebagai huruf "o" seperti pada kata "k o s o ng, dan l o r o ng". Oke sekarang Anda praktekkan pada kata-kata berikut di bawah ini (ini juga akan menambah kosakata bahasa Jawa Anda). Note: Huruf "a" saya tulis tebal sebagai tanda bacanya. - r a ...

Tentang Bahasa Jawa

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang dipertuturkan oleh sekitar 80 juta suku bangsa Jawa. Bahasa ini menduduki peringkat ke 12 sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di dunia. Tidak hanya di Indonesia, namun di negara-negara lain dimana banyak suku Jawa tinggal masih menggunakan bahasa Jawa seperti Suriname, Malaysia, Kaledonia Baru. Sedangkan di Indonesia, sebagian besar penutur bahasa ini lebih banyak di pulau Jawa (Jawa tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah Jawa Barat). Bahasa Jawa sendiri ada beberapa variasi dialek: 1. Dialek Kelompok Barat meliputi dialek Banten, dialek Cirebon, dialek Tegal, dialek Banyumasan, dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas). 2. Dialek Kelompok Tengah yang meliputi dialek Pekalongan, dialek Kedu, dialek Bagelen, dialek Semarang, dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati),dialek Blora, dialek Surakarta, dialek Yogyakarta, dan dialek Madiun. 3. Dialek Kelompok Timur meliputi dialek Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro), ...