Skip to main content

Posts

Apa Itu Kalawarti dan Ariwarti?

Jumpa lagi Dulur, para pecinta Bahasa Jawa :) Terima kasih atas atensi Dulur-Dulur semua yang merasa memiliki bahasa ini. Kali ini saya akan membahas tentang Kalawarti dan Ariwarti. Kalawarti yaitu surat kabar berbahasa Jawa yang diterbitkan tidak setiap hari. Sedangkan Ariwarti adalah surat kabar berbahasa Jawa yang terbit setiap hari. Kalawarti dan Ariwarti menjadi alat untuk menghidupkan dan melestarikan kesusastraan Jawa karena banyaknya karya sastra Jawa yang dikutip di dalamnya. Oleh karena itu, pada angkatan tahun 50-an, juga disebut sebagai sastra majalah. Menurut waktu terbitnya, kalawarti/ariwarti bisa dinamakan antara lain : dwikala (terbit dua kali sebulan), saptawarti (surat kabar mingguan), dasawarti (terbit setiap sepuluh hari), candrawarti (surat kabar bulanan) dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh Kalawarti dan Ariwarti yang pernah terbit : Kejawen (1926) Bromartani (1885) Jurumartani (1886) Dharmo Kondho (1899) Retno Dunilah (...

Nama-Nama Hari Dalam Bahasa Jawa

Jumpa lagi dulur setelah sekian lama vakum dalam mengisi tulisan di blog ini. Kali ini, saya ada kesempatan untuk menulis dan bahasannya adalah nama-nama hari dalam Bahasa Jawa. Dalam kalendar Jawa, ada dua macam hari yaitu Saptawara dan Pancawara. saptawara terdiri dari tujuh hari seperti pada bulan-bulan Masehi. Sedangkan Pancawara terdiri dari lima hari, yang juga sering disebut Dina Pasaran (Hari Pasaran). Apa saja nama-nama hari tersebut? 1) Saptawara Senen (Hari Senin) Selasa (Selasa) Rebo (Rabu) Kemis (Kamis) Jemuwah (Jum'at) Setu (Sabtu) Ahad (Minggu) 2) Pancawara Paing Pon Wage Kliwon Legi Hari-hari / Dina Pasaran (Pancawara) ini sering digunakan untuk nama-nama pasar seperti Pasar Pon, Pasar Kliwon, dan Pasar Legi. Bagaimana, apakah ditempat-tempat Sedulur masih banyak yang menggunakan hari-hari berdasarkan kalendar Jawa di atas?

Contoh Terjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia (Bag.2)

Bahasa Jawa : Atusan warga nunggu arak-arakan gunungan Grebeg Mulud kang diarak saka Kraton tumuju ing Mesjid Gedhe Kauman, Selasa (14/1/2014). Ana ing sak tengahing atusan warga iku, akeh para sesepuh kang melu ngalap berkah rebutan Gunungan. Astuti, 52, wiwit saka tabuh enem esuk wus teka ing Mesjid Gedhe Kauman, kang mapan ana ing iring kulon Alun-alun Lor Kraton Ngayogyakarta. Karep krentege wus cetha yaiku nunggu gunungan Grebeg Mulud kang bakal dikirab saka Siti Hinggil Kraton Ngayogyakarta tumuju Mesjid gedhe Kauman, udakara tabuh 09.30 WIB. Saka omahe ing Nogotirto, Gamping, Sleman, Astuti numpak sepeda. Karepe cetha yaiku sedya kepingin melu ngalab berkah ing pungkasane Pahargyan Sekaten. Lan karep sedyane Astuti kasembadan. Nalika atusan warga padha rebutan gunungan, dheweke kayadene oleh berkah nalika ana nom-noman kang menehi thiwul ayu marang dheweke. “Wau wonten mas-mas saged mlebet ing njero gunungan, lajeng kula dipendhetke tiwul ayu menika,” ngono ujare A...

Apa Itu Cangkriman?

Cangkriman ( badhean, batangan ) dalam bahasa Indonesia disebut tebak-tebakan. Artinya kata-kata atau ungkapan yang harus ditebak maksudnya / artinya, karena kata-kata atau ungkapan tadi memiliki arti tidak sebenarnya. Cangkriman terbagi menjadi : A) Cangkriman Wancahan (Cekakan) / singkatan Contoh : 1. Pakboletus : tepak kebo, lelene satus 2. Paklawa     : tepak ula dawa 3. Pak kenthik : tepak teken mung sithik 4. Burnas kopen : bubur panas kokopen 5. Rangsinyu muksitu : jurang isi banyu, gumuk isi watu. B) Cangkriman Pepindhan / Perumpamaan Yang dijadikan perumpamaan biasanya hewan atau bagian tubuh. Contoh : 1. Sega sakepel dirubung tinggi = salak 2. Putri melik-melik sendhen kayu legi = jagung 3. Pitik walik saba kebon = nanas 4. Gajah nguntal sangkrah = pawon / dapur 5. Kebo bule cancang merang = buntil 6. Anake gelungan ibune ngrembyang = pakis 7. Yen anake siji ibune loro, yen ibune siji anake loro, yen ibune telu ora d...

Mari Membahas Apa itu Rura Basa?

Salam Dulur-Dulur sedaya, sudah lama tidak memposting bahasan belajar bahasa Jawa. Kali ini, saya akan membahas mengenai Rura Basa. Rura berarti rusak atau salah. Rura Basa artinya bahasa yang rusak atau salah tapi jika dibetulkan menjadi semakin salah. Oleh karena itu, rura basa sering juga disebut kata-kata yang salah kaprah. Contoh : Nguleg Sambel Kata "Nguleg Sambel" ini sebenarnya tidak benar. Yang benar adalah nguleg lombok / cabe, uyah / garam, terasi, bumbu masak dan lain-lain agar jadi sambel. Tapi, jika dibetulkan seperti itu malah jadi aneh, terlalu panjang dan mungkin akan ditertawakan. Contoh lainnya : 1. Nunggoni Pitik (Menunggui Ayam) Arti sebenarnya menjaga tanaman padi agar tidak dimakan ayam. 2. Nggodhog Wedang (Merebus Minuman) Arti sebenarnya merebus air untuk dibuat minuman. 3. Menek Krambil (Naik Kelapa) Arti sebenarnya naik pohon kelapa. 4. Negor Gedhang (Menebang Pisang) Arti sebenarnya menebang pohon pisan...

Mari Mengenal Istilah Bocah Sukerta

Jumpa lagi Dulur :) Apa kabarnya? Semoga Gusti Allah selalu memberi keselamatan dan kesehatan bagi Anda semua. Saya mau membagikan tulisan mengenai Bocah Sukerta. Menurut kepercayaan orang Jawa, ada istilah Bocah Sukerta yang berarti seorang anak atau bocah bisa selamat dan hidup harus diruwat dengan slametan, sesaji dan mengadakan pentas wayang kulit dengan lakon "Murwa kala". Jika sudah diruwat, bocah sukerta tadi bisa tidak menjadi mangsa Bathara Kala sehingga bisa selamat hidupnya. Boleh percaya, boleh tidak ya :) , saya hanya membagikan sebuah pengetahuan di sini. Nama-nama bocah sukerta: 1. Bocah ontang-anting : anak laki-laki satu-satunya / tunggal tidak punya saudara 2. Bocah unting-unting : anak perempuan satu-satunya / tunggal tidak punya saudara 3. Bocah uger-uger lawang : anak dua bersaudara lelaki semua 4. Bocah kembang sepasang : anak dua bersaudara perempuan semua 5. Bocah Cukul Dhulit : anak tiga bersaudara perempuan semua 6....

Mari Kita Membahas Apa Itu Tembung Entar

Sudah satu minggu dulur tidak update tulisan di blog Komunitas Belajar Bahasa Jawa ini. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu tembung entar. Tembung entar artinya kata-kata yang memiliki arti yang bukan sebenarnya. Kita mengenalnya dalam bahasa Indonesia sebagai kata kiasan.  Di bawah ini adalah contoh-contoh tembung entar : 1. Adus kringet  artinya kerja keras 2. Abang kupinge  artinya marah 3. Kethul atine artinya bodoh 4. Cepak rejekine artinya mudah cari sandang pangan atau penghidupan 5. Cilik atine artinya sifat penakut dan khawatir 6. Dawa tangane artinya senang mengambil barang orang lain 7. Empuk rembuge artinya mudah diajak bicara, diskusi 8. Gedhe endhase artinya sombong 9. Jembar segarane artinya sifat suka pemaaf 10. Kandel kupinge artinya tidak mau menurut perkataan orang lain, bandel 11. Lobok atine artinya sabar 12. Lunyu ilate artinya plin plan 13. Ngangsu kawruh artinya mencari ilmu, sekolah 14. Nggadho ati ar...