Selamat Datang Saudara! Sugeng Rawuh Para Sedulur!

Halo saudara-saudara di seluruh dunia, namaku Andi Suroso. Yah, dari namanya pastilah aku orang Jawa dan itu emang bener. Aku asli Jawa tinggal di Solo, Jawa Tengah. Kalau denger nama Solo pastilah kental dengan yang namanya bahasa Jawa. Nah, di sini aku ingin membagi pengetahuanku tentang bahasa Jawa sebagai bahasa ibu yang perlu kita lestarikan selain bahasa nasional saya dan saudara-saudara.

Versi Jawa:
Halo para sedulur sak donya, jenengku Andi Surasa. Ya, nek disawang saka jenenge mesti aku wong Jawa, iku pancen bener. Aku asline Solo ana ing provinsi Jawa Tengah. Nek sedulur ngrungokne tembung Solo mesti isih kenthel karo sing jenenge basa Jawa. Dadi, aku ning kene, pengin mbagi pengetahuanku bab basa Jawa sing kudu awake dhewe kabeh kudu nguri-uri kajaba basa nasional ku lan sedulur kabeh.

Aku bukan orang ahli sastra Jawa, tapi aku hanya ingin membagi apa yang aku praktikkan sehari-hari.

Yang pengin koment silakan lah, isi di kotak koment.

Mengenal Huruf Jawa

Di dalam bahasa Jawa, ada huruf yang disebut HaNaCaRaKa. Huruf atau aksara Jawa ini adalah turunan dari bahasa Brahmi yang kemudian dimodifikasi oleh Kesultanan Mataram. Nah, modifikasi dari Kesultanan Mataram tadi digunakan hingga sekarang dan disebut sebagai huruf Jawa modern.

Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf yaitu:
Ha Na Ca Ra Ka
Da Ta Sa Wa La
Pa Dha Ja Ya Nya
Ma Ga Ba Tha Nga

Ini dia huruf Jawa yang saya kutip dari Wikipedia.org.
Wikipedia.org



Pada penulisan yang menggunakan aksara Jawa juga menggunakan huruf pasangan yang berfungsi sebagai penekan vokal konsonan di depannya, contoh, kita menulis kata "pakan sapi" kalau tidak ada aksara pasangan maka akan menjadi pakanasapi , karena huruf "na" tidak dimatikan dengan huruf pasangan. 
Wikipedia.org
Selain itu, ada juga huruf vokal mandiri (sandhangan), dalam istilah bahasa Arab dikenal sebagai harakat yang berfungsi sebagai tanda vokal, tanda ganti konsonan, dan tanda penghilang voka. Mengapa? Karena dalam huruf Jawa yang disebut di atas berbunyi akhir "a". Maka untuk menimbulkan bunyi vokal seperti "a, i, u, e, dan o", huruf konsonan seperti "r, h, dan ng, ya, ra, dan re" serta penghilang bunyi vokal harus menggunakan sandhangan.
http://id.wikipedia.org
Terakhir adalah tanda baca dalam penulisan aksara Jawa.
http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa

0 comments:

Post a Comment