Selamat Datang Saudara! Sugeng Rawuh Para Sedulur!

Halo saudara-saudara di seluruh dunia, namaku Andi Suroso. Yah, dari namanya pastilah aku orang Jawa dan itu emang bener. Aku asli Jawa tinggal di Solo, Jawa Tengah. Kalau denger nama Solo pastilah kental dengan yang namanya bahasa Jawa. Nah, di sini aku ingin membagi pengetahuanku tentang bahasa Jawa sebagai bahasa ibu yang perlu kita lestarikan selain bahasa nasional saya dan saudara-saudara.

Versi Jawa:
Halo para sedulur sak donya, jenengku Andi Surasa. Ya, nek disawang saka jenenge mesti aku wong Jawa, iku pancen bener. Aku asline Solo ana ing provinsi Jawa Tengah. Nek sedulur ngrungokne tembung Solo mesti isih kenthel karo sing jenenge basa Jawa. Dadi, aku ning kene, pengin mbagi pengetahuanku bab basa Jawa sing kudu awake dhewe kabeh kudu nguri-uri kajaba basa nasional ku lan sedulur kabeh.

Aku bukan orang ahli sastra Jawa, tapi aku hanya ingin membagi apa yang aku praktikkan sehari-hari.

Yang pengin koment silakan lah, isi di kotak koment.

Apa Itu Cangkriman?

Cangkriman ( badhean, batangan ) dalam bahasa Indonesia disebut tebak-tebakan. Artinya kata-kata atau ungkapan yang harus ditebak maksudnya / artinya, karena kata-kata atau ungkapan tadi memiliki arti tidak sebenarnya.

Cangkriman terbagi menjadi :

A) Cangkriman Wancahan (Cekakan) / singkatan

Contoh :

1. Pakboletus : tepak kebo, lelene satus
2. Paklawa     : tepak ula dawa
3. Pak kenthik : tepak teken mung sithik
4. Burnas kopen : bubur panas kokopen
5. Rangsinyu muksitu : jurang isi banyu, gumuk isi watu.

B) Cangkriman Pepindhan / Perumpamaan
Yang dijadikan perumpamaan biasanya hewan atau bagian tubuh.

Contoh :

1. Sega sakepel dirubung tinggi = salak
2. Putri melik-melik sendhen kayu legi = jagung
3. Pitik walik saba kebon = nanas
4. Gajah nguntal sangkrah = pawon / dapur
5. Kebo bule cancang merang = buntil
6. Anake gelungan ibune ngrembyang = pakis
7. Yen anake siji ibune loro, yen ibune siji anake loro, yen ibune telu ora duwe anak = salak
8. Pitik putih ngendhog ing segara getih = manggis
9. Dipijet wudele, mripate mendelik = lampu senter

C) Cangkriman Tembang
Cangkriman yang terdapat dalam sebuah syair tembang / lagu.

Contoh :
 Lagu "Pucung"

Bapak pucung, rupane saengga gunung
tan ana kang tresna,
kabeh uwong methi sengit,
yen kanggonan dilus-elus tinangisan (tebakannya = wudun / bisul)

Bapak pucung, putrane baka lan biyung
nanging dudu kakang, dudu mbakyu dudu adhi, lah batangen bapak pucung iku sapa (tebakannya aku dhewe / aku sendiri)

D) Cangkriman Blenderan / Plesetan

Contoh :

1. Aku mau weruh ana bakul mbako padha diambungi
"sing diambungi mbako, dudu bakule"
2. Yen kerep wudunen kuwi bisa sugih pari
"sugih pringisan"
3. Ing pasar aku weruh ana bakul klapa dikepruki
"sing dikepruki klapane, dudu bakule"
4. Yen layat ing kuburan aja melu mendhem
"sing mendem ya sing ngombe arak dudu sing layat"
5. Aku weruh ana montor mbalik, kok penumpange ora padha tatu.
"hla ya bae, wong saka kidul arep ngalor kudu mbalik djisik"
6. Yen bis utawa mbil menggok ngiwa, ban endi sing ora mubeng?
"ban serep"

Sekian Dulur, saya sudah membagikan macam-macam Cangkriman. Semoga memberi manfaat bagi Anda semua.

Matur nuwun :)

Mari Membahas Apa itu Rura Basa?

Salam Dulur-Dulur sedaya, sudah lama tidak memposting bahasan belajar bahasa Jawa. Kali ini, saya akan membahas mengenai Rura Basa.

Rura berarti rusak atau salah. Rura Basa artinya bahasa yang rusak atau salah tapi jika dibetulkan menjadi semakin salah. Oleh karena itu, rura basa sering juga disebut kata-kata yang salah kaprah.

Contoh :

Nguleg Sambel

Kata "Nguleg Sambel" ini sebenarnya tidak benar. Yang benar adalah nguleg lombok / cabe, uyah / garam, terasi, bumbu masak dan lain-lain agar jadi sambel. Tapi, jika dibetulkan seperti itu malah jadi aneh, terlalu panjang dan mungkin akan ditertawakan.

Contoh lainnya :

1. Nunggoni Pitik (Menunggui Ayam)
Arti sebenarnya menjaga tanaman padi agar tidak dimakan ayam.

2. Nggodhog Wedang (Merebus Minuman)
Arti sebenarnya merebus air untuk dibuat minuman.

3. Menek Krambil (Naik Kelapa)
Arti sebenarnya naik pohon kelapa.

4. Negor Gedhang (Menebang Pisang)
Arti sebenarnya menebang pohon pisang.

5. Nandur kembang (menanam bunga)
Arti sebenarnya menanam biji atau tanaman bunga.

6. Nulis layang (menulis surat)
Arti sebenarnya menulisi kertas dengan tinta hingga menjadi sebuah surat.

7. Ngliwet sega (menanak nasi)
Art sebenarnya menanak beras supaya jadi nasi.

Itu saja ya Dulur contoh-contoh Rura Basa yang bisa saya bagikan kali ini. Masih banyak contoh-contoh lainnya, mungkin ada di antara Anda yang dapat menambahkan, silakan tambahkan di kolom komentar.

Matur Nuwun :)

Mari Mengenal Istilah Bocah Sukerta

Jumpa lagi Dulur :)

Apa kabarnya? Semoga Gusti Allah selalu memberi keselamatan dan kesehatan bagi Anda semua.

Saya mau membagikan tulisan mengenai Bocah Sukerta.

Menurut kepercayaan orang Jawa, ada istilah Bocah Sukerta yang berarti seorang anak atau bocah bisa selamat dan hidup harus diruwat dengan slametan, sesaji dan mengadakan pentas wayang kulit dengan lakon "Murwa kala".

Jika sudah diruwat, bocah sukerta tadi bisa tidak menjadi mangsa Bathara Kala sehingga bisa selamat hidupnya. Boleh percaya, boleh tidak ya :) , saya hanya membagikan sebuah pengetahuan di sini.

Nama-nama bocah sukerta:

1. Bocah ontang-anting : anak laki-laki satu-satunya / tunggal tidak punya saudara
2. Bocah unting-unting : anak perempuan satu-satunya / tunggal tidak punya saudara
3. Bocah uger-uger lawang : anak dua bersaudara lelaki semua
4. Bocah kembang sepasang : anak dua bersaudara perempuan semua
5. Bocah Cukul Dhulit : anak tiga bersaudara perempuan semua
6. Bocah gotong mayit : anak tiga bersaudara laki-laki semua
7. Bocah saka panggung : anak empat bersaudara laki-laki semua
8. Bocah sarimpi : anak empat bersaudara perempuan semua
9. Bocah pandhawa : anak lima bersaudara laki-laki semua
10. Bocah pancagati : anak lima bersaudara perempuan semua
11. Bocah kedhana-kedhini : anak dua bersaudara laki-laki dan perempuan
12. Bocah sendhang kapit pancuran : anak tiga bersaudara, dua laki-laki satu perempuan. Anak perempuan di tengah ( laki-laki-perempuan-laki-laki)
13. Pancuran kapit sendhang : anak tiga bersaudara, dua perempuan satu laki-laki. Anak laki-laki di tengah (perempuan-laki-laki-perempuan)
14. Bocah kembar : anak kembar
15. Bocah dhampit : anak kembar laki-laki dan perempuan
16. Bocah gondhang kasih : anak kembar beda warna kulit
17. Bocah ipil-ipil : anak lima, satu perempuan empat laki-laki
18. Bocah podangan : anak lima, satu laki-laki empat perempuan
19. Bocah jempina : anak lahr sebelum waktunya
20. Bocah julung caplok : anak lahir bersamaan dengan terbenamnya matahari
21. Bocah julung kembang : anak lahir bersamaan dengan terbitnya matahari
22. Bocah julung sungsang : anak lahir di tengah hari

Setelah membaca macam-macam bocah sukerta di atas, kira-kira Anda masuk yang mana hehehe ( tanpa harus percaya dengan kepercayaannya ya).

Salam hormat buat semua ;)

Mari Kita Membahas Apa Itu Tembung Entar

Sudah satu minggu dulur tidak update tulisan di blog Komunitas Belajar Bahasa Jawa ini. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu tembung entar.

Tembung entar artinya kata-kata yang memiliki arti yang bukan sebenarnya. Kita mengenalnya dalam bahasa Indonesia sebagai kata kiasan. 

Di bawah ini adalah contoh-contoh tembung entar :

1. Adus kringet  artinya kerja keras
2. Abang kupinge  artinya marah
3. Kethul atine artinya bodoh
4. Cepak rejekine artinya mudah cari sandang pangan atau penghidupan
5. Cilik atine artinya sifat penakut dan khawatir
6. Dawa tangane artinya senang mengambil barang orang lain
7. Empuk rembuge artinya mudah diajak bicara, diskusi
8. Gedhe endhase artinya sombong
9. Jembar segarane artinya sifat suka pemaaf
10. Kandel kupinge artinya tidak mau menurut perkataan orang lain, bandel
11. Lobok atine artinya sabar
12. Lunyu ilate artinya plin plan
13. Ngangsu kawruh artinya mencari ilmu, sekolah
14. Nggadho ati artinya membuat susah
15. Oleh ati artinya mendapat perhatian, diperhatikan, disenangi orang lain
16. Peteng pikirane artinya susah
17. Rai gedheg artinya tidak punya malu
18. Sepi ing kawruh artinya sedikit ilmunya, tidak punya akal
19. Kagugah atine artinya sabar, sadar, ingat
20. Gedhe tekade artinya pantang mundur
21. Enthengan tangan artinya senang menyakiti orang lain
22. Entheng tangane artinya senang berbuat sesuatu, suka menolong

Anda sekarang sudah mengetahui arti tembung entar, dimana saya juga sudah memberikan contoh-contohnya. Walaupun hanya beberapa contoh saja, tapi semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Matur nuwun :)

Mari Mengenal Apa Itu Tembung Saroja

Halo dulur, ketemu maneh, kepriye kabare Jenengan? Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring kasarasan dhumateng Panjenengan sedaya.
( Halo saudara, berttemu lagi, bagaimana kabar Anda? Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada Anda semua ) :)

Kali ini saya akan membahas mengenai apa itu tembung saroja.

Saroja sendiri berarti rangkep atau rangkap. Sedangkan tembung saroja artinya dua kata yang sama maknanya digabung menjadi satu.

Berikut ini adalah contoh-contoh tembung saroja :

1. Sanak sedulur
2. Tanggateparo
3. Was sumelang
4. Lara lapa
5. Terang tarwaca
6. Dhawuh timbalan
7. Wadya bala
8. Andhap asor
9. Tumpang tindhih
10. Gagah prakosa
11. Tambal sulam
12. Duga kira
13.Tepa slira
14. Edi peni
15. Adi luhung
16. Gulung koming
17. Angkara murka
18. Babak belur
19. Bagas waras
20. Bala kuswa
21. Bagas waras
22. Colong jupuk
23. Gandes luwes
24. Jalma manungsa
25. Japa mantra
26. Gemah ripah
27. Loh jinawi
28. Sayuk rukun
29. Welas asih
30. Remuk rempu
31. Pait getir
32. Mula buka
33. Tukar padu
34. Akal budi
35. Ayem tentrem

Seperti yang sudah Anda baca di atas, banyak sekali contoh-contoh tembung saroja yang banyak ditemui dalam percakapan sehari-hari, berita berbahasa jawa maupun dalam bahasa tulisan.

Semoga bermanfaat :)